Wednesday, 5 February 2014

MONOLOG SEKEPING HATI

Views


SEBUAH PUISI BERTAJUK ‘KIASAN RINDU’
Aku terjaga daripada lena anggaran 2/3 malam
Sesak nafasku menahan getar kerana mimpi seram
Aku pejamkan mata cuba mengawal degup jantung yang tersisa
Namun sia-sia kerana debarnya masih terasa

Aku pandang kanan dan kiri
Ruang kurasakan sempit sekali
Dingin malam bersama sepi menggigit diri
Serta-merta satu perasaan aneh menyentap ke dasar hati

Ya Allah Ya Allah Ya Allah
Betapa kerdilnya diri ini
Aku alpa dalam mengingatiMU Ya Allah
Terlalu leka urusan duniawi hingga terlupa bermuhasabah diri

Walau laluan hidupku penuh pelangi indah
Walau hari-hariku dipenuhi gurau dan madah
Aku sepatutnya bersyukur padaMU Ya Allah
Kerana dikelilingi insan2 tersayang dan senyuman terindah

Walau siapapun aku
Walau apa pun yang berlaku
Walau mudah atau payah
Walau lengkap segala kisah

Kehidupan ini tetap tiada arti
Terasa asing dalam diri
Tiada tenang dalam hati
Tanda kiasan rindu padaMU Illahi

Aku kerah tubuhku untuk bangkit mengadap ILLAHI
Sungguh aku tidak pernah merasa begitu sedih sekali
Tidak henti bibirku mengucap kalimah Allah
Terasa damai dan pasrah

Sungguh aku pasrah
Sungguh aku mengalah
Sungguh aku kesali
Dan bersungguh aku berdoa agar diampuni

 ‘Tuhanku aku tidak layak masuk syurgaMU
Namun tak upaya menghadapi api nerakaMU
Terima taubatku dan ampunkan dosa2 aku
Sesungguhnya Engkau mengampunkan dosa hambaMU’

Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Ya Allah
Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Ya Allah
Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Ya Allah

Sebagai hamba kepada PENCIPTA
Tangan kutadah lantas kuutus doa 
Ku luahkan syair madah rindu  bernada hiba
Dan di hati tenangnya terasa bahagia

Thank You Allah










Domain dan Hosting oleh Hosting Rajawali - Social blogging in Malaysia Oneblogsocial

No comments:

Post a Comment

Just leave ur message